Assalamu'alaikum.
Halo. Ketemu lagi setelah bertahun-tahun aku tidak pernah menulis. Kali ini aku akan menulis diary ku secara terbuka melalui blog ini. Kali ini aku benar-benar berada dititik yang aku udah ga sanggup buat berdiri lagi. Aku benar-benar jatuh. Jatuh. Jatuh. Jatuh yang sangat dalam. Aku akan menikah bulan depan. Aku baru sadar kenapa aku terlalu maksa keadaan. Saat aku sadar semuanya sudah terlanjut dipesan, bahkan sudah DP. Aku baru sadar apa yang ibuku pernah tanyakan padaku. "Seandainya ibu memberimu uang 50juta, apakah akan kamu gunakan semuanya untuk menikah atau untuk modal usahamu?" dan aku pun menjawab, "Akan aku gunakan seutuhnya untuk menikah bu". Sekarang aku baru tau betapa pentingnya uang itu. Benar sih, menikah memang hanya dilakukan sekali seumur hidup tapi juga ga harus memaksa. Aku baru menyesali kenapa aku memaksa keadaan padahal aku sendiri juga sekarang lagi krisis uang. Begitupun calon suamiku yang lagi jatuh, kami sama-sama tidak punya uang. Akhirnya uang penjualan emas ibuku aku gunakan beberapa untuk urusan menikah dan banyaknya aku gunakan untuk modal usaha. Uang itu aku gunakan sebaik mungkin. Aku putar uang itu sebagai modal usahaku. Semoga usahaku lancar dan menjadi bisnis besar. Aamiin.
Lalu disaat aku jatuh begini aku mau melanjutkan kuliah aja mikir-mikir. Biaya kuliahku 12 juta. Itu ga dikit. Aku baru sadar banyak sekali uang yang dikeluarkan ayah dan ibuku untuk biaya ku sekolah. Aku janji aku akan menyelesaikan sekolahku disaat aku sudah ada uang yang cukup untuk biaya sekolahku. Jujur sebenernya ada cerita yang membuatku kesal saat itu. Temanku bilang untuk jangan cuti. Dia bilang, sayang, sisa TA doang juga. Takutnya disaat kamu sudah menikah, hamil lalu punya anak pasti sudah malas untuk melanjutkan kuliah. Dia tidak tahu bagaimana aku sebenarnya. Aku kesal, bukannya dia menyupport, malah bikin kesal sampai membuatku nangis saat itu. Sebenernya aku mau saja melanjutkan kuliahku, namun uangku bener-bener lagi krisis. Aku ga mungkin menggagalkan pernikahanku demi sekolah. Pernikahan itu ibadah. Ibadah seumur hidup. Ibadah yang pahalanya besar dari apapun itu. Lagipula aku sudah tidak mau lagi pacaran lama-lama. Aku capek. Capek jadi bahan fitnah. Capek maksiat terus. Pandang memandang, pegangan tangan, dsb. Aku capek. Capek pacaran, maunya langsung halal aja.
Aku percaya Allah akan memenuhi kebutuhanku dan calon suamiku disaat kami sudah menikah nanti. Aku selalu percaya bahwa Allah pasti akan memenuhi kebutuhan seseorang disaat sudah menikah. Kebutuhan itu bisa berbagai macam. Ada yang dapat uang, dapat pekerjaan, dapat anak, Allah pasti berikan itu semua. Makanya aku lebih memilih menikah dulu, siapa tau Allah memenuhi kebutuhan dan memberiku rejeki lebih untuk melanjutkan kuliah sambil memiliki anak. Kita boleh berencana, tapi rencana kita hanya milik Allah SWT.
Jadi, mulai detik ini blog ini adalah saksi proses bagaimana aku merintis usaha kecantikan dan hijab sampai sukses, saksi proses aku sebelum menikah sampai punya cucu, dan saksi proses bagaimana blog ini dibuat. Semoga aku selalu membagikannya kepada kalian.
Selamat menikmati!
Halo. Ketemu lagi setelah bertahun-tahun aku tidak pernah menulis. Kali ini aku akan menulis diary ku secara terbuka melalui blog ini. Kali ini aku benar-benar berada dititik yang aku udah ga sanggup buat berdiri lagi. Aku benar-benar jatuh. Jatuh. Jatuh. Jatuh yang sangat dalam. Aku akan menikah bulan depan. Aku baru sadar kenapa aku terlalu maksa keadaan. Saat aku sadar semuanya sudah terlanjut dipesan, bahkan sudah DP. Aku baru sadar apa yang ibuku pernah tanyakan padaku. "Seandainya ibu memberimu uang 50juta, apakah akan kamu gunakan semuanya untuk menikah atau untuk modal usahamu?" dan aku pun menjawab, "Akan aku gunakan seutuhnya untuk menikah bu". Sekarang aku baru tau betapa pentingnya uang itu. Benar sih, menikah memang hanya dilakukan sekali seumur hidup tapi juga ga harus memaksa. Aku baru menyesali kenapa aku memaksa keadaan padahal aku sendiri juga sekarang lagi krisis uang. Begitupun calon suamiku yang lagi jatuh, kami sama-sama tidak punya uang. Akhirnya uang penjualan emas ibuku aku gunakan beberapa untuk urusan menikah dan banyaknya aku gunakan untuk modal usaha. Uang itu aku gunakan sebaik mungkin. Aku putar uang itu sebagai modal usahaku. Semoga usahaku lancar dan menjadi bisnis besar. Aamiin.
Lalu disaat aku jatuh begini aku mau melanjutkan kuliah aja mikir-mikir. Biaya kuliahku 12 juta. Itu ga dikit. Aku baru sadar banyak sekali uang yang dikeluarkan ayah dan ibuku untuk biaya ku sekolah. Aku janji aku akan menyelesaikan sekolahku disaat aku sudah ada uang yang cukup untuk biaya sekolahku. Jujur sebenernya ada cerita yang membuatku kesal saat itu. Temanku bilang untuk jangan cuti. Dia bilang, sayang, sisa TA doang juga. Takutnya disaat kamu sudah menikah, hamil lalu punya anak pasti sudah malas untuk melanjutkan kuliah. Dia tidak tahu bagaimana aku sebenarnya. Aku kesal, bukannya dia menyupport, malah bikin kesal sampai membuatku nangis saat itu. Sebenernya aku mau saja melanjutkan kuliahku, namun uangku bener-bener lagi krisis. Aku ga mungkin menggagalkan pernikahanku demi sekolah. Pernikahan itu ibadah. Ibadah seumur hidup. Ibadah yang pahalanya besar dari apapun itu. Lagipula aku sudah tidak mau lagi pacaran lama-lama. Aku capek. Capek jadi bahan fitnah. Capek maksiat terus. Pandang memandang, pegangan tangan, dsb. Aku capek. Capek pacaran, maunya langsung halal aja.
Aku percaya Allah akan memenuhi kebutuhanku dan calon suamiku disaat kami sudah menikah nanti. Aku selalu percaya bahwa Allah pasti akan memenuhi kebutuhan seseorang disaat sudah menikah. Kebutuhan itu bisa berbagai macam. Ada yang dapat uang, dapat pekerjaan, dapat anak, Allah pasti berikan itu semua. Makanya aku lebih memilih menikah dulu, siapa tau Allah memenuhi kebutuhan dan memberiku rejeki lebih untuk melanjutkan kuliah sambil memiliki anak. Kita boleh berencana, tapi rencana kita hanya milik Allah SWT.
Jadi, mulai detik ini blog ini adalah saksi proses bagaimana aku merintis usaha kecantikan dan hijab sampai sukses, saksi proses aku sebelum menikah sampai punya cucu, dan saksi proses bagaimana blog ini dibuat. Semoga aku selalu membagikannya kepada kalian.
Selamat menikmati!